PP Infrastruktur Siapkan Investasi Rp 1,6 T untuk Air Minum

Air minum
Foto: .

PP Infrastruktur menggandeng Maynilad Water Services untuk menggarap proyek air minum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT PP Infrastruktur berencana menggarap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Adapun proyek tersebut akan dikerjakan dan dikelola oleh konsorsium PPMV yang terdiri dari PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Republika, Rabu (4/9), proyek tersebut menelan investasi sebesar Rp 1,6 triliun, meliputi pembiayaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air kapasitas output 1000 lpd, beserta seluruh bangunan kelengkapannya, pembangunan pipa transmisi, pembangunan seluruh jaringan distribusi di area pelayanan, serta membantu kedua PDAM untuk peningkatan kinerja dengan adanya twinning program.

"Proyek tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerja Sama Penyelenggaraan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar," tulis siaran pers tersebut.

Adapun SK Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar diberikan oleh Direktur PT SPR Nasir Day, yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara SPAM Regional Provinsi Riau oleh Gubernur Riau dan diterima oleh Direktur Operasional PT PP Infrastruktur Satya Priambodo, sekaligus sebagai kuasa resmi Konsorsium PPMV.

SPAM Lintas Kota Pekanbaru Kab Kampar akan melayani +/- 624.000 jiwa (sekitar 102.000 sambungan rumah) lima kecamatan yaitu Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang dengan peningkatan cakupan layanan nol persen di area pelayanan, menjadi 55 persen (greenfields) dengan sumber air baku adalah Sungai Kampar.

Kerja sama ini akan berlangsung selama 30 tahun antara Konsorsium PPMV dan Divisi Air PT Sarana Pembangunan Riau, PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru dan PDAM Tirta Kampar Kabupaten Kampar. Pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar direncanakan pada 2020 dan diharapkan air minum akan mengalir sampai di rumah pelanggan secara bertahap mulai pada 2021.

Konsorsium PPMV (PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari) merupakan badan usaha yang dibentuk untuk membangun dan mengelola SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar. PT PP Infrastruktur merupakan perusahaan investasi, anak usaha PT PP (Persero) Tbk BUMN yang bergerak di pembangunan dan pengelolaan infrastruktur seperti jalan tol, kawasan industri, pelabuhan, bandara, fiber optic dan air minum.

Share:

Takaful Keluarga Targetkan Kontribusi Rp 120 Miliar

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menjalin kerja sama bancassurance dengan PT Asuransi Takaful Keluarga. Bank Muamalat diwakili oleh Direktur Bisnis Ritel Purnomo B. Soetadi dan Takaful Keluarga diwakili oleh Direktur Utama Arfandi Arief di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (4/9).
Foto: Republika/Lida Puspaningtyas

Takaful Keluarga bekerja sama bancassurance dengan Bank Muamalat.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Takaful Keluarga menargetkan kontribusi asuransi sekitar Rp 120 miliar dari kerja sama bancassurance dengan Bank Muamalat. Produk ini menggabungkan asuransi proteksi dengan tabungan rencana pendidikan dari Bank Muamalat.
Direktur Bisnis Ritel Purnomo B. Soetadi menyampaikan produk tabungan pendidikan sudah ada sebelumnya namun tanpa asuransi. Dengan kerja sama ini, diharapkan rencana pendidikan bisa lebih terproteksi.

Purnomo mengatakan saat ini bancassurance menempati porsi sekitar 50 persen dari dana kelolaan di Wealth Management Bank Muamalat. Total dana kelolaannya mencapai sekitar Rp 2 triliun.

"Kita berharap bisa meningkatkan portofolio ini, juga menarik pendapatan berbasis komisi dari kerja sama," kata Purnomo usai penandatanganan kerja sama pemasaran bancassurance dengan PT Takaful Keluarga, di Muamalat Tower, Rabu (4/9).

Direktur Utama PT Takaful Keluarga, Arfandi Arief juga berharap bisa menjaring lebih banyak nasabah dengan memanfaatkan jaringan Bank Muamalat yang besar. Produk hijrah cendekia ini merupakan produk asuransi proteksi pertama yang dibundling dengan tabungan pendidikan.

"Saya yakin produk ini akan mendapat respons yang tinggi dari nasabah, untuk tahun pertama bisa ditargetkan hingga Rp 120 miliar," kata Arfandi.
Hal ini karena geliat tren hijrah yang terus tumbuh di masyarakat. Generasi milenial muslim dengan keluarga mudanya juga mayoritas melek finansial sehingga sadar pada persiapan keuangan untuk masa depan.

Sebelumnya, Takaful Keluarga memiliki produk bancassurance untuk pembiayaan hasil kerja sama dengan mayoritas bank syariah. Selain kalkulasi bisnis, Arfandi menyampaikan sinergi ini diharapkan bisa menjadi sumbangsih pertumbuhan keuangan syariah tanah air. 

"Semoga ini menjadi sinergi untuk kebersamaan dan menjadi awal dari kerja sama lanjutan," katanya.

Pada kuartal II 2019, Takaful Keluarga mencatatkan perolehan laba setelah pajak sebesar Rp 38,9 miliar dengan total aset sebesar Rp 1,79 triliun.

Share:

BI: Manufaktur Melambat Picu Ekonomi Masih Level 5 Persen

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam acara ‘Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth’ di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (12/8).
Foto: Republika/Novita Intan

Pertumbuhan ekonomi juga terkendala tekanan nilai tukar.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia mengungkapkan sulitnya ekonomi dalam negeri mencapai pertumbuhan sebesar enam persen hingga tujuh persen. Salah satu penyebabnya industri manufaktur nasional yang belum berkembang secara signifikan.

Deputi Gubenur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan lambatnya industri manufaktur membuat ekonomi Indonesia masih bertahan pada level lima persen. "Tidak salah kalau ekonomi kita akan tumbuh hanya sekitar lima persen pada tahun ini. Jadi ini tantangan yang besar bagaimana kita bisa dorong sektor manufaktur terus tumbuh," ujarnya saat acara Seminar Nasional Manufaktur di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/9).

Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terkendala tekanan nilai tukar yang berasal dari kegiatan impor. Kemudian, kenaikan harga komoditas akibat tingginya inflasi. 

"Mengapa pertumbuhan 5,1 persen-5,2 persen? Keinginan kita selalu mencapai enam persen, tanpa ada gangguan dari stabilitas, karena itu menjadi penting BI selalu mencoba memberikan stimulus ekonomi," jelasnya.

Ke depan, Bank Indonesia berupaya menerapkan kebijakan makroprudensial bersifat akomodatif. Setidaknya bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali.

"Dengan kita turunkan suku bunga, semakin berikan fuel untuk sektor riil terus tumbuh terutama manufaktur," ucapnya.

Sementara Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menambahkan pihaknya optimis industri manufaktur seperti produk teksil dan alas kaki akan tumbuh secara signifikan. Tercatat, pada triwulan tiga 2019 kedua sektor tersebut tumbuh sebesar 17,31 persen dan diharapkan akhir 2019 nilai ekspor kedua sektor tersebut mencapai 15 persen. 

"Tekstil juga didukung industri hulu, serat rayon APR, terdapat peningkatan kapasitas, yang jadi 410 ribu ton menjadi 6.000 ton," ucapnya.

Share:

BNI Ajak Mahasiswa UNS Lakukan Perencanaan Keuangan



BNI
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

BNI ingin memberikan nasehat kepada generasi milenial lebih produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Dalam mmperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang jatuh pada 4 September 2019, BNI Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengajak mahasiswa UNS untuk merencanakan keuangan dengan baik. Hal itu dilakukan BNI supaya mahasiswa UNS bisa merencanakan keuangan untuk masa depannya.

Hal itu disampaikan oleh Head of Bussiness Banking BNI Kanwil Yogyakarta, Andy Yusdiman saat menghadiri Peringatan Hari Pelanggan Nasional di BNI Kampus UNS yang dikemas dalam acara Nongkrong Interaktif (Nongki) Bareng Millennial, Rabu (4/9).

Andy menyampaikan, BNI ingin memberikan nasehat kepada para generasi milenial untuk lebih mempersiapkan dan produktif dalam mempersiapkan kebutuhannya di masa yang akan datang. Andy menegaskan pentingnya memiliki tabungan dan investasi bagi generasi milenial. Memilikintabungan dan investasi akan menjamin kehidupan finansial di setiap tahap kehidupan. Saat ini sudah banyak jenis tabungan dan investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti deposito, tabungan berjangka, reksadana, saham dan lainnya.

"Generasi muda juga harus mampu mengelola pemasukan dan pengeluaran, bahkan jika perlu hutang namun digunakan untuk hal yang produktf. Jadi sah-sah saja memiliki hutang dari manapun asalnya, baik itu kartu kredit, kredit tanpa agunan dan lainnya asalkan ada pemasukan. Kondisi-kondisi itulah yang kadang belum terpikirkan atau belum direncanakan oleh generasi muda," terang Andy seperti tertulis dalam siaran pers.

Acara Nongki Bareng Milennial tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Para peserta mendapatkan botol minuman dan sedotan stainles. "Melalui acara ini, BNI juga mengajak generasi milenial untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengurangi penggunaan plastik," imbuh Andy.

Peringatan Hari Pelanggan Nasional dilaksanakan di seluruh outlet di Solo Raya seperti di BNI Kantor Cabang Solo, BNI Kantor Cabang Slamet Riyadi Solo, BNI Kantor Cabang Klaten, BNI Kantor Cabang Wonogiri dan Kantor Cabang Boyolali juga memberikan apresiasi kepada beberapa nasabah yang melakukan experience digital transaksi di bangking hall. Beberapa outlet lainnya juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pelanggan yang datang ke kantor BNI, terlebih untuk yang melakukan pembukaan rekening.

Share:

Agus Martowardojo: Jangan Sampai Indonesia Krisis Lagi Seperti Tahun 1998


Agus Martowardojo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko
Merdeka.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo berpesan kepada pemerintah agar menjalankan perekonomian dengan tata kelola (good governance) yang baik.
Hal itu ia sampaikan dalam acara peluncuran buku biografi perjalanan hidupnya yang berjudul 'Agus Martowardojo Pembawa Perubahan' di Gedung Bank Indonesia.
Kata Agus, Indonesia tidak boleh terperosok pada krisis seperti di tahun 1997-1998. Sebab itu, pengambilan kebijakan dan sistem yang berkesinambungan penting untuk diterapkan guna menjaga otoritas moneter.
"Kita mohon jangan sampai Indonesia mengalami krisis lagi. Karena 97/98 itu berat sekali. Itu sampai-sampai Pemerintah keluarkan Kepres dan dibentuk badan penyehatan perbankan nasional," tuturnya di Gedung BI, Senin (2/9).
Dikala dirinya menjabat sebagai Gubernur BI, Agus bercerita banyak ujian yang menimpa industri perbankan. Dirinya pun dituntut melakukan transformasi agar dampaknya tidak terkena ke krisis nasional.
"BI berkoordinasi dengan Pemerintah untuk lakukan stabilisasi dengan menaikkan harga BBM. kita. Kita bangun fungsi makroprudensial, kita perkuat ekonomi syariah termasuk perkuat organisasi dengan bangun BI institute," lanjut dia.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Share:

Maskapai-Maskapai Penerbangan yang Hampir Bangkrut Lalu Sukses Bangkit Lagi

Merpati Airlines. ©Liputan6.com
Merdeka.com - Salah satu masalah dalam bisnis penerbangan adalah utang. Bahkan beberapa maskapai penerbangan mengalami kebangkrutan karena kurangnya pemasukan keuntungan hingga terlilit utang. Alhasil mereka tak mampu membayar utang tersebut, sekaligus tak mampu membayar upah pekerjanya.
Namun berkat suntikan dana dan kerjasama, beberapa maskapai berhasil bangkit dari kebangkrutan itu. Berikut maskapai penerbangan yang sempat tumbang, kini berhasil bangkit kembali:
1 dari 3 halaman

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

Maskapai Merpati Air sempat tumbang karena terlilit utang sebesar Rp10 triliun pada 2016. Kini maskapai penerbangan Indonesia itu kembali hidup setelah mendapat suntikan dana sebesar Rp6,4 triliun dari Intra Asia Corpora. Investor dalam negeri ini terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa Tbk yang sempat terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten CPDX.
Presiden Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha menjelaskan kucuran dana untuk mengoperasikan Merpati Airlines, disebutkan tidak sepenuhnya berupa dana segar seutuhnya. Selain itu juga tidak akan turun sekaligus.
Namun, kucuran dana itu akan turun bertahap sesuai kebutuhan operasional dalam jangka dua tahun. Dengan adanya dana tersebut, Merpati Airlines setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya.
2 dari 3 halaman

Japan Airlines

Maskapai Japan Airlines sempat mengalami kerugian hingga bangkrut. Japan Airlines memiliki utang sekitar USD 25,6 miliar pada tahun 2010. Maskapai ini juga mengajukan pailit kepada Pengadilan Distrik di Tokyo, pada 19 Januari 2010.
Untuk mengatasi masalah ini, Japan Airlines akhirnya melakukan perombakan besar-besaran agar keuangannya kembali pulih. Dalam perombakan itu, Japan Airlines terpaksa memberhentikan 15.661 pekerja hingga Maret 2013, mengurangi jatah pensiun pekerja dan mengurangi rute layanan.
Maskapai ini juga terpaksa mengandangkan sementara armada pesawat Boeing 747 Jumbo sebanyak 37 unit, 16 unit pesawat MD-90s, dan menggunakan pesawat berkapasitas lebih kecil.
Namun, masalah itu mulai teratasi berkat suntikan dana dari pemerintah Jepang sebesar USD 10 miliar, dan para kreditur yang memutihkan utang Japan Airlines sebesar USD 8 miliar.
Japan Airlines akhirnya bisa mengudara di bawah perlindungan kepailitan. Japan Airlines pernah bekerja sama dengan American Airlines untuk memberikan tarif murah, dan rute penerbangan di seluruh pasifik.
Kerjasama itu menghasilkan pendapatan sebesar USD 156 juta, dan mampu membuat kondisi keuangan Japan Airlines membaik.
3 dari 3 halaman

PT AirAsia Indonesia Tbk

Maskapai AirAsia memang tidak mengalami kebangkrutan. Namun AirAsia sempat mengalami kerugian mencapai Rp203 miliar. Kini maskapai tersebut mencatat laba bersih sebesar Rp11 miliar sepanjang semester 2019.
Perseroan juga membukukan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp80 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu rugi sebesar Rp194 miliar. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan permintaan, meningkatnya efisiensi biaya dan kenaikan harga rata-rata tiket pada musim libur sekolah dan Lebaran.
Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Dendy Kurniawan menyebutkan pendapatan Perseroan pada kuartal II 2019 naik 67 persen menjadi Rp1,66 triliun dari Rp993 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Pendapatan dari hasil penjualan tiket pesawat meningkat 80 persen menjadi Rp1,39 triliun.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas I dan II Disetujui, Ini Faktanya


BPJS Kesehatan. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
Merdeka.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI dan Komisi IX melakukan rapat kerja gabungan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, membahas rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
Dalam rapat tersebut disetujui iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II naik, masing-masing kelas akan naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 dan Rp51.000 menjadi Rp110.000.
Sebelumnya, rincian usulan Kementerian Keuangan adalah kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000, kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, lalu kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp160.000.
Berikut fakta-fakta disetujuinya kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II.
1 dari 5 halaman

Berlaku efektif 1 Januari 2020

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II akan naik secara efektif pada 1 Januari 2020. enaikan tersebut tinggal menunggu persetujuan Presiden Jokowi melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Yang kelas I dan kelas II, 1 Januari 2020 jadi Rp160.000 dan Rp110.000, sehingga kita bisa sosialisasi untuk masyarakat," ujar Mardiasmo usai menghadiri rapat kerja dengan DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9).
2 dari 5 halaman

Usulan kenaikan iuran kelas III ditolak

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Soepriyatno mengatakan, kenaikan boleh dilakukan apabila pemerintah menyelesaikan pembersihan keanggotaan penerima manfaat atau data cleansing. DPR juga mendesak pemerintah untuk mencari cara lain dalam menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan.
"Komisi IX DPR RI dan Komisi XI DPR RI menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan premi JKN untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III, sampai Pemerintah menyelesaikan data cleansing," ujar Soepriyatno di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9).
3 dari 5 halaman

Perbaikan layanan

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, kenaikan iuran nantinya akan diiringi dengan perbaikan layanan. Sehingga, masyarakat yang melakukan pembayaran dapat mendapat keadilan melalui layanan yang semakin baik.
"Kami sangat setuju jika kenaikan ini harus diiringi dengan perbaikan layanan. Selain itu, dengan kenaikan iuran ini, harapannya BPJS Kesehatan tak lagi menghadapi masalah cashflow. Sehingga faskes dapat meningkatkan layanan dengan baik," jelasnya.
Kemenkeu juga sepakat dengan DPR. Kenaikan tersebut harus membuat tingkat kepatuhan membayar masyarakat semakin tinggi. Di mana saat ini, tingkat kemampuan membayar iuran masih ada pada angka 53 persen.
"Kami sepakat dengan Bapak Ichsan Fridaus dari Fraksi Golkar, kenaikan iuran ini harus diiringi dengan tingkat pemungutan atau kolektivitas yang meningkat. Saat ini 53,72 persen," jelasnya.
4 dari 5 halaman

Defisit BPJS Kesehatan

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan bakal mampu menambal defisit yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Dia juga menegaskan, defisit tidak bisa ditutupi jika hanya menaikkan iuran kelas III atau PBI.
"Tidak cukup menaikkan iuran PBI saja. Kelas I dan II juga harus dinaikkan. Yang kaya, bantu miskin. Yang sehat, bantu sakit. Itu kan untuk sosial. Kalau dihitung-hitung 2020 sudah tidak terlalu besar defisit (BPJS Kesehatan)," jelasnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris menyebut bahwa perusahaannya akan menderita defisit Rp77,9 triliun di 2024 jika tak ada kenaikan iuran. Maka untuk menanggulangi potensi defisit harus dilakukan kajian iuran baru.
"Kalau tidak melakukan apapun itu akan defisit Rp39,5 triliun kemudian tahun 2021 Rp50,1 triliun, 2022 Rp58,6 triliun, 2023 Rp67,3 triliun, 2024 Rp77,9 triliun," ujar Fahmi.
5 dari 5 halaman

Pindah kelas

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Handayani Budi Lestari mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan jika akibat kenaikan tersebut banyak masyarakat yang berpindah kelas. Menurutnya, pindah kelas tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan.
"Kalau memang dia mau pindah kelas yang lebih rendah tinggal pindahin saja, ajukan surat kan ada di mobile JKN," ujar Handayani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9).
Dia menjelaskan, pelayanan BPJS Kesehatan disesuaikan dengan besaran pembayaran premi. Jika pembayaran premi sesuai kelas I maka layanan yang diperoleh juga lebih baik daripada yang diterima oleh peserta kelas II. Oleh karena itu, pembayaran iuran BPJS Kesehatan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan bayar. 
Sumber:Merdeka.com
Share:

Recent Posts