Dampak Cukai Naik Tinggi, Pemerintah Harus Waspadai Peredaran Rokok Ilegal


Merdeka.com - Ekonom Universitas Padjajaran, Bayu Kharisma menyebut bahwa keputusan pemerintah menaikkan cukai dan Harga Jual Eceran mulai 2020 berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal.
Menurutnya, jumlah industri yang legal memproduksi rokok akan menurun karena berat untuk membeli pita cukai, sehingga kemungkinan besar perusahaan-perusahaan, khususnya yang menengah ke bawah pun akan membeli rokok tanpa pita cukai.
Akibatnya rokok yang dijual menjadi rokok ilegal, di mana diprediksi bahwa rokok ilegal lebih terpusat di daerah-daerah, dan menyasar konsumen yang menengah ke bawah.
"Kenaikan cukai rokok sampai 23 persen sangat tinggi dan diprediksi akan menurunkan penjualan rokok dan berdampak luas kepada hal lainnya seperti pengangguran, inflasi termasuk rokok ilegal yang disebabkan oleh menurunnya tingkat volume penjualan ini," katanya seperti dikutip dari Antara.
Oleh karena itu, tambahnya, kenaikan cukai rokok yang optimal sekitar 10-12 persen dan kenaikan harga eceran berkisar di bawah 15 persen.
Sebelumnya, rencana kenaikan cukai sudah cukup berat bagi pelaku industri, apalagi jika dibebani dengan simplifikasi dan penggabungan.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI), Agus Parmudji mengatakan, simplifikasi tarif cukai hanya akan mematikan industri kretek nasional, yang merupakan penyerap tembakau petani lokal bahkan nasional.
"Dengan pemberlakuan simplifikasi, industri tembakau akan kian tergerus, pengusaha pabrikan kecil tidak mampu bertahan dan akibatnya penyerapan tembakau lokal semakin rendah, kehidupan petani pun terancam," kata Agus di Jakarta, Sabtu (20/7).
Peneliti Universitas Padjajaran (UNPAD), Mudiyati Rahmatunnisa menambahkan, penyederhanaan cukai rokok akan menimbulkan pengurangan volume produksi olahan tembakau. Industri Hasil Tembakau (IHT) yang posisinya berada di lapisan yang dihilangkan akan membayar cukai pada lapisan di atasnya dengan harga yang lebih tinggi.
"Pengurangan produksi berkaitan dengan pertumbuhan penerimaan pendapatan (negara)," imbuhnya.
Mudiyati mengungkapkan, akan terjadi penurunan pada pertumbuhan pendapatan negara dari cukai tembakau. Penurunan tersebut diakibatkan dari penurunan volume produksi olahan tembakau. "Asumsi penyederhanaan cukai tembakau berdampak pada peningkatan negara menjadi tidak mendasar," tuturnya.
1 dari 1 halaman

Penerimaan Cukai

Kementerian Keuangan mencatat capaian penerimaan cukai per 31 Agustus 2019 sebesar Rp93,12 triliun. Capaian ini 56,27 persen dari target penerimaan cukai tahun 2019 yang sebesar Rp165,50 triliun.
Penerimaan cukai berasal dari 3 komponen yaitu Cukai Hasil Tembakau (CHT), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan Etil Alkohol (EA). Kinerja positif penerimaan cukai sepanjang tahun ini dikontribusi terutama oleh penerimaan CHT yang tumbuh signifikan sejak awal tahun, diikuti oleh penerimaan cukai MMEA.
"Capaian penerimaan cukai sendiri adalah yang tertinggi dibandingkan dengan komponen penerimaan yang lain," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (24/9).
Penerimaan CHT hingga bulan Agustus 2019 adalah sebesar Rp88,97 triliun atau tumbuh sebesar 18,60 persen dibandingkan capaian 2018. Pertumbuhan penerimaan CHT sepanjang 2019 merupakan yang tertinggi sejak 3 tahun terakhir.
Pertumbuhan positif CHT didorong oleh kebijakan relaksasi pelunasan pembayaran pita cukai, ditambah program penertiban cukai berisiko tinggi (PCBT) yang semakin gencar dalam memerangi peredaran rokok ilegal.
Sementara, penerimaan cukai MMEA sampai dengan akhir bulan Agustus 2019 mencapai Rp4,02 triliun atau tumbuh 17,3 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama 2018.
Kinerja positif penerimaan cukai MMEA salah satunya dikontribusikan oleh program PCBT, yang berperan dalam mengurangi peredaran minuman beralkohol ilegal.
Capaian cukai EA per 31 Agustus 2019 adalah sebesar Rp0,08 triliun atau 51,82 persen dari target yang diamanatkan pada APBN 2019 yang sebesar Rp0,16 triliun.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Nasib Karyawan BUMN di Tengah Serbuan Milenial dan Disrupsi Digital


Merdeka.com - Penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh usia muda atau lebih dikenal kaum milenial. Tak terkecuali di perusahaan BUMN yang kini sudah mulai didominasi oleh kaum muda sebagai karyawannya.
Lalu, bagaimana nasib karyawan yang sudah tidak lagi berusia muda?
Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia, Edi Witjara mengungkapkan saat ini di perusahaannya struktur karyawan milenial mencapai 33 persen. Sisanya, adalah karyawan dengan usia tak lagi muda.
"Total karyawan yang permanen dan non permanen adalah 100 ribu an orang, 33 persennya milenila," kata dia saat ditemui dalam acara BUMN di Tengah Pusaran Milenial dan Disrupsi Digital, Di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (26/9).
Kendati demikian, dia menjelaskan tak ada perbedaan antara karyawan milenial dengan yang sudah berumur. Semuanya saat ini sudah melek digital meski tingkat kemampuannya memang sedikit berbeda.
"Yang penting sebenarnya culture jadi culture kami membangun bahwa tidak semua yang old person tidak mau ke arah digital tapi hanya speednya mungkin dan memang naturenya yang harus dibangun kembali," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran milenial di dalam perusahaan akan menjadi pemicu generasi pendahulunya untuk ikut melek dan mengikuti teknologi terkini. "Kita ada culture digital yang dibangun kita sebut culture kolaboratif, itu yang membuat orang kebawa tapi engine harus temen-temen yang memang di area milenial itu," ujarnya.
Perusahaan juga kerap menggelar lomba yang mengharuskan karyawan mencari ide-ide baru yang inovatif. Hal itu untuk membuat perusahaan serta karyawan di dalamnya tetap dapat mengimbangi kemajuan jaman.
"Kita harus selalu transform terus jadi adaptibility perusahaan terhadap perubahan itu harus memegang kunci makanya kalau secara korporasi kita juga selalu merolling corporate strategic kita termasuk visi misi. Kita lihat lagi apakah sudah pas dengan kondisi sekarang, karena apa ? 2 tahun lalu tepat bisa jadi hari ini sudah tidak pas lagi," tutupnya.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Harga Emas Jelang Akhir Pekan Bertahan di Rp762.000 per Gram


Merdeka.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Jumat (27/9) bertahan di Rp762.000 per gram. Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Dikutip laman logammulia.com, harga jual kembali emas Antam atau buyback juga tak beranjak di Rp685.000 per gram.
Untuk transaksi jual kembali (buyback) silakan datang ke Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan buyback Senin-Jumat (09.00-13.30), pembayaran dilakukan secara transfer pada H+0 s.d. H+3 (hari kerja).
Harga dan ketersediaan emas Antam ini hanya berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga dan ketersediaan emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Harga emas 0,5 gram Rp405.500 (tersedia)
Harga emas 1 gram Rp762.000 (tersedia)
Harga emas 5 gram Rp3.630.000 (tersedia)
Harga emas 50 gram Rp35.685.000 (tersedia)
Harga emas 100 gram Rp71.300.000 (tersedia)
Harga emas 250 gram Rp178.000.000 (hanya tersedia di Butik LM)
Harga emas 500 gram Rp357.300.000 (hanya tersedia di Butik LM)
Harga emas 1.000 gram Rp711.600.000 (hanya tersedia di Butik LM)
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
Sumber:Merdeka.com
Share:

BNI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru dan Pengalaman Sampai 1 Oktober 2019


Merdeka.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali membuka lowongan kerja terbaru untuk para lulusan S1 dan S2. Kali ini, BNI bekerja sama dengan kalibrr.com membuka lowongan kerja untuk dua posisi sekaligus. Pendaftaran lowongan kerja dibuka hingga 1 Oktober 2019.
Mengutip laman BNI, berikut posisi yang disediakan, spesifikasi/deskripsi pekerjaan, persyaratan bagi para pelamar, fasilitas dan tunjangan, serta tata cara pendaftaran lowongan kerja di salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
1 dari 5 halaman

1. Officer Development Program - Gelombang II 2019

Tingkat Posisi: Lulusan Baru
Kategori Pekerjaan: Management and Consultancy
Spesifikasi Pekerjaan:
Baik Anda lulusan baru atau seseorang yang mencari tantangan baru, BNI memberi kesempatan untuk membina karier Anda di Officer Development Program.
Seiring bank yang terus berkembang, BNI membutuhkan lebih banyak karyawan berbakat untuk menjadi pemimpin masa depan. BNI membutuhkan individu yang segar, kreatif, terampil, dan petualang yang akan memimpin dan mengelola transformasi bank untuk mencapai misinya di masa depan.
Untuk siap menjadi pemimpin masa depan, Anda akan diminta untuk menjalani Samapta (program kepemimpinan berbasis militer) dan 6 bulan pelatihan bankir komprehensif (Anda akan dievaluasi di akhir pelatihan).
2 dari 5 halaman

Persyaratan

1. S1/S2 dari universitas terkemuka dengan bidang studi yang relevan;

2. Mahir dalam bahasa Inggris dan menyerahkan skor Anda dalam aplikasi (TOEFL/IELTS) yang diberikan oleh lembaga resmi dan valid;

3. Status saat ini belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama program (6 bulan);

4. Tidak ada keluarga yang saat ini bekerja sebagai karyawan aktif BNI.
3 dari 5 halaman

Fasilitas dan Tunjangan

- Paid Vacation Leave

- Life Insurance

- Retirement Benefit Plans

- Medical / Health Insurance

- Lain-lain

Setelah Anda berhasil menjadi ODP BNI, Anda akan diizinkan untuk mendapatkan manfaat ini (berdasarkan peraturan perusahaan):

- Bonus tahunan

- Bonus Triwulan

- Pinjaman Fleksibel

- Personal Learning Wallet untuk mendukung peningkatan yang tidak pernah berakhir

- Peluang Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri
4 dari 5 halaman

Tata Cara Pendaftaran

Jika Anda tertarik dan memenuhi persyaratan perusahaan, silakan segera melakukan pendaftaran secara online di sini

Ingat, pendaftaran lowongan kerja hanya dibuka hingga 1 Oktober 2019.

Catatan:

- Anda diharuskan untuk memenuhi Profil Akun Kalibrr Anda (Info Kontak (termasuk foto, tanggal lahir, jenis kelamin) dan Pendidikan bersifat wajib)

- Anda diminta untuk mengisi semua Pertanyaan Aplikasi di Kalibrr
5 dari 5 halaman

2. Lowongan untuk Compensation and Benefits Manager

Tingkat Posisi: Mid - Senior Level Manager

Kategori pekerjaan: Management and Consultancy

Deskripsi Pekerjaan:

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Negara Indonesia mencari individu yang berbakat, terampil, dan pekerja keras yang bersedia untuk tumbuh bersama. BNI membuka peluang bagi Anda untuk mengembangkan karier Anda sebagai Compensation and Benefits Manager.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Harga Bensin di Wamena Papua Naik dari Rp20.000 Menjadi Rp80.000 per Liter


Merdeka.com - Harga bensin eceran di pinggiran jalan di pusat Kota Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengalami kenaikan Rp60.000. Dari Rp20.000 menjadi Rp80.000 per liter. Hal ini dikarenakan persediaan yang terbatas, usai sebagian besar penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran tutup akibat kerusuhan.
Pejabat Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Arisman Chaniago, mengatakan kenaikan harga terjadi tanpa petunjuk pemerintah. Dia mengatakan kenaikan harga terjadi karena tempat pengisian BBM tutup. Termasuk pengusaha bapok juga belum membuka tempat usaha mereka.
"Kalau ada harga yang mencapai Rp100.000 per liter di Kota Wamena itu harga yang ditetapkan oleh oknum dan kami dari Disnaker akan tindak tegas dengan pencabutan surat izin," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/9).
Tidak hanya itu, harga sayur di sejumlah tempat juga dilaporkan naik dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per ikat. Pemerintah mengharapkan pedagang tidak mengambil kesempatan dengan peristiwa tersebut untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.
"Kami sampaikan kepada para pedagang untuk membuka kios-kios yang masih ditutup untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dan kami akan melakukan pemantauan harga," katanya.
Berdasarkan pantauan, beberapa toko, kios penyedia bapok di pusat Kota Jayawijaya Papua mulai dibuka setelah tiga hari tutup. Sementara untuk penjual BBM jenis solar dan bensin eceran, belum banyak yang buka.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Investasi Rp9 T, Produsen Wuling Indonesia Target Ekspor 2.600 Unit Akhir 2019


Merdeka.com - Industri otomotif di Tanah Air semakin kompetitif di kancah global, dengan ditandai sejumlah produsen yang gencar menembus pasar ekspor. Hal ini tidak terlepas dari buah peningkatan investasi yang turut memperdalam struktur manufaktur sektor tersebut.
"Sesuai yang disampaikan berulang kali oleh Bapak Presiden Joko Widodo, pengembangan ekspor itu hanya bisa dilakukan karena adanya investasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9).
Dalam hal ini, pemerintah memberikan apresiasi kepada PT. SGMW Motor Indonesia yang telah mampu mengapalkan produknya ke mancanegara. "Kami sangat memberikan apresiasi, karena dalam waktu 20 bulan, investasi yang dilakukan oleh SGMW sudah sanggup masuk ke pasar ASEAN," ujar Menperin Airlangga.
Pada acara seremoni yang dihadiri Menperin, kemarin, PT. SGMW Motor Indonesia meresmikan ekspor perdana produk SUV-nya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Acara bertajuk 'Bersama Indonesia untuk Dunia' yang digelar di pabrik Wuling, Cikarang Pusat itu menjadi tanda dimulainya pengiriman unit ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.
Menteri Airlangga menegaskan, langkah yang dilakukan PT SGMW Motor Indonesia tersebut, juga membuktikan bahwa Indonesia sudah menjadi basis produksi dari sektor industri otomotif di tingkat ASEAN. "Dari hasil SGMW yang menginvestasikan hampir Rp9 triliun di Indonesia ini, mereka sudah membangun klaster produksinya," ujarnya.
Bahkan, melalui terbangunnya ekosistem yang terpadu itu, perusahaan mampu mencapai produktivitas yang optimal. "Sebab, dalam waktu dua tahun, market share mereka sudah bisa menyentuh 5 persen. Ini suatu capaian yang luar biasa," imbuhnya.
Menurut Menteri Airlangga, PT SGMW Motor Indonesia yang beroperasi sejak 2017, telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 900 orang. Apabila ditambah dengan pekerja dari perusahaan supplier dan 100 distributor yang masuk dalam ekosistem bisnisnya, diperkirakan menyerap hingga 5.000 orang.
"Kami pun mengapresiasi pabrik SGMW di Cikarang ini yang sudah mengintegrasikan sistem teknologi manufaktur terkini, dengan memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun dan hingga saat ini telah memproduksi empat merek mobil," paparnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, penjualan Wuling mengalami peningkatan dari 5.050 unit pada 2017 menjadi 17.002 unit sepanjang 2018 atau naik sebesar 236,7 persen. PT SGMW Motor Indonesia menargetkan ekspornya menembus 2.600 unit hingga akhir 2019.
"Selain ingin menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor ke wilayah ASEAN, kami juga terus mendorong komitmen PT SGMW dalam upaya peningkatan kandungan lokal di atas 60-70 persen," tuturnya.
President Wuling Motors Xu Feiyun menyampaikan, pihaknya bertekad dalam jangka panjang untuk menjadikan pabrik Wuling di Indonesia sebagai pilar bagi otomotif dunia. "Dimulainya kegiatan ekspor ini membuktikan bahwa produksi anak bangsa Indonesia mampu bersaing di tingkat global," tuturnya.
Oleh karena itu, Wuling terus melakukan peningkatan produksi di berbagai lini andalannya, hingga telah mencapai lebih dari 30.000 unit yang sampai ke tangan konsumen Indonesia. Tercatat, ada empat model kendaraan yang dibuat di pabrik Cikarang, yaitu seri Confero yang merupakan MPV pertama Wuling, seri Cortez yang bermain di segmen Medium MPV, Formo untuk pasar Light Commercial Vehicle, serta Almaz selaku Smart Technology SUV.
Dengan mengaplikasikan Global Manufacturing System (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya berkompeten untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat internasional. Pabrik Wuling sudah didukung oleh empat fasilitas produksi yang terintegrasi dengan supplier park yang berada di dalam satu kawasan seluas 60 hektar.
Dengan sinergi kecanggihan teknologi pabrik, standar GMS, dan sumber daya manusia yang unggul, kami akan memperluas ekspor ke negara tujuan lainnya dan terus berkontribusi lebih untuk Indonesia, ujar Xu Feiyun.
Berbasis komponen lokal

Di samping itu, Menperin Airlangga menilai, beberapa negara kompetitor mulai merasa khawatir dengan kemampuan industri otomotif di Indonesia yang terus mengoptimalkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). "Industri ini berbasis komponen lokal. Dengan local content yang semakin banyak, daya saing kita semakin kuat. Karena seluruh industri di sektor otomotif kita ini ekosistemnya adalah just in time," jelasnya.
Bahkan, industri otomotif di Tanah Air saat ini telah berkembang dengan baik dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. Apalagi, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam penerapan industri 4.0 berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.
"Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 sampai 2018, telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun, di mana tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut," ungkapnya.
Menperin menambahkan, produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada periode Januari - Juli 2019, tercatat sebesar 712.000 unit, di mana penjualan domestik mencapai 570.000 unit, ekspor CBU sebanyak 169.000 unit, CKD 423.000 set, dan komponen sebesar 48,9 juta pieces. "Jadi, saat ini tahapannya Indonesia tidak hanya sebagai global value chain, tetapi juga menjadi global vendor untuk kendaraan CBU itu sendiri," jelasnya.
Selanjutnya, saat ini pangsa pasar ekspor otomotif Indonesia sudah menembus lebih dari 80 negara di dunia termasuk lima negara tujuan utama ekspor, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko dan Vietnam. Pada tahun 2019, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya sehingga pada tahun 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit.
"Pemerintah berharap bahwa produksi kendaraan roda empat ini akan meningkatkan kemampuan supplier lokal kita pada supply chain-nya. Dengan demikian, industri ini akan semakin kokoh di dalam negeri. Saat ini, kalau kita lihat, industri otomotif kita sudah mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Jadi, jumlah produksi nasional jauh lebih tinggi daripada impornya," papar Menteri Airlangga.
Apalagi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (PP) No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, di mana hal-hal yang terkait percepatan program diatur secara rinci, mulai dari kegiatan litbang, pengoptimalan TKDN, sampai pada pemberian insentif.
"Ini tentunya menjadi peluang baru bagi industri komponen dalam negeri untuk memulai aktivitas R&D komponen pendukung kendaraan bermotor listrik," imbuhnya.
Sejalan dengan hal tersebut, saat ini juga tengah dilakukan finalisasi harmonisasi Peraturan Pemerintah tentang PPnBM Kendaraan Bermotor, dimana dalam skema PPnBM yang baru tarif yang saat ini dihitung berdasarkan kapasitas mesin akan ditambahkan parameter penghitungan baru yaitu konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.
"Kabar baik bagi industri tidak hanya sampai di situ saja, pemerintah juga telah mengeluarkan PP Nomor 45/2019, di mana salah satunya mengatur tentang pemberian super deduction tax bagi kegiatan riset, inovasi dan vokasi yang dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 persen sampai 300 persen," tandasnya.
Sumber:Merdeka.com
Share:

Wamen Arcandra Bilang Tak Semua Pelanggan Dapat Harga Gas Mahal, ini Alasannya


Merdeka.com - ‎Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tidak semua konsumen gas di Indonesia membeli dengan harga mahal. Pemerintah berupaya membuat harga gas terjangkau.
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan ada beberapa struktur yang mempengaruhi penetapan besaran harga ke konsumen. Kondisi ini membuat harga gas sampai ke konsumen tidak sama.
"Sewaktu compare bandingkan harga gas sebaiknya kita melihat komparasinya harus apple to apple. Apakah harga gas di hulu atau sudah harga mainstream atau harga LNG atau harga gas ini harga yang sudah disubsidi oleh negara," kata Arcadra, saat menghadiri Hilir Migas Expo, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (27/9).
Menurut Arcandra, penetapan‎ harga gas di Indonesia tidak seluruhnya mahal. Dia menyebut ada harga gas sebesar USD 5 per MMBTU dan ada pula harga gas yang ditetapkan sebesar USD 9 per MMBTU.
‎"Pak di Malaysia misalnya 7 dolar kenapa kita 9 dolar, ini perumpaan. Ada tidak kita punya harga yang cuma 5 dolar? Ada. Ada nggak 9 dolar? ada," tuturnya.
Arcandra mengungkapkan, pemerintah terus berupaya harga gas di Indonesia terjangkau, agar konsumen gas yang kebanyakan sektor industri dapat bersaing dengan industri luar negeri dalam biaya produksi.
"‎Bandingkan dilihat menyeluruh dibandingkan pembanding harus sama. Tentu kita di pemerintah berkewajiban menyediakan gas yang affordable untuk semua pihak maupun BUMN kita," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Sumber:Merdeka.com
Share:

Recent Posts